Tuesday, May 1, 2018

“MEMBANGUN GENERASI MUDA DITENGAH ARUS BUDAYA ASING”

“MEMBANGUN GENERASI MUDA DITENGAH ARUS BUDAYA ASING”


Negara Indonesia adalah suatu bangsa yang terkenal akan keanekaragaman dan keunikannya yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan serta mengedepankan nilai-nilai Pancasila. Indonesia sendiri terdiri dari berbagai suku bangsa yang dimana masing-masing memiliki keanekaragaman budaya tersendiri. Namun pada saat ini kebudayaan Indonesia mulai ditinggalkan oleh masyarakat terutama generasi muda. Kebudayaan asing yang masuk akibat era globalisasi, ke Indonesia turut mengubah perilaku dan kebudayaan Indonesia, baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia.

Penemuan-penemuan baru di dunia teknologi sekarang di dominasikan oleh negara-negara barat. Data menyebutkan bahwa negara yang mendominasi dengan kemajuan teknologinya yang sangat pesat dapat kita lihat diantaranya Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Cina dan negara maju lainnya.

Selain penemuan-penemuan baru tersebut ada juga fenomena lain di era globalisasi yang terjadi di Indonesia khususnya di kalangan generasi muda saat ini dimana para generasi muda cenderung meniru budaya barat. Salah satu contohnya adalah cara berpakaian dan mode yang telah menjadi budaya masyarakat kita saat ini.

Umumnya generasi muda di Indonesia berperilaku ikut-ikutan tanpa selektif sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, agama dan adat istiadat yang mereka miliki. Para generasi muda sekarang atau yang sering kita kenal dengan sebutan “kids jaman now” merasa gengsi jika mereka tidak mengikuti perkembangan zaman meskipun bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, ajaran agama dan kebudayaan sendiri.

Kini nilai-nilai kebudayaan kita semakin terkikis dan memudar karena pengaruh budaya asing yang masuk ke negara kita. Jika pengaruh budaya asing tetap dibiarkan apa jadinya generasi muda Indonesia? Moral generasi bangsa akan rusak dan akan timbul tindakan-tindakan anarkis diantara golongan muda. Hal ini berhubungan dengan nilai nasionalisme yang akan berkurang karena tidak ada rasa cinta tanah air, terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa keperdulian terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan suatu bangsa.

Kemajuan teknologi yang sekarang serba modern mempercepat akses pengetahuan tentang budaya lain. Kita dapat melihat kebudayaan tersebut hanya dengan melihat YouTube dan media sosial lainnya yang mendukung. Selain itu, pengaruh interaksi budaya barat mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia khususnya generasi muda.

Kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia sebenarnya memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat Indonesia. Dampak positif yang kita peroleh misalnya, kreativitas, inovasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dampak negatifnya kebudayaan barat terhadap masyarakat pada kalangan remaja adalah budaya ikut-ikutan terhadap cara berpakaian, makanan, dan cara berperilaku.

Pada saat ini juga para remaja tidak ingin dikatakan kuno dan kampungan jika tidak mengikuti perkemangan zaman. Selain cara berpakaiannya, sekarang semakin banyak pergaulan bebas dan budaya konsumtif. Hal inilah yang dapat kita lihat dan amati sebagai perilaku yang menyimpang baik secara nilai Pancasila, nilai agama maupun sosial, yang juga menjadi masalah bagi kebudyaan di Indonesia.

Pada umumnya masyarakat Indonesia terbuka dengan inovasi-inovasi yang ada, tetapi mereka masih belum bisa memilah mana yang sesuai dengan aturan serta norma yang berlaku. Saat ini pengaruh budaya barat menjadi ciri khas kemajuan dalam ekspresi kebudayaan kekinian. Padahal belum tentu hal itu sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat Indonesia.

Tapi tentunya sebagian besar masyarakat Indonesia menerima kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Jika dalam penggunaan teknologi kita tidak dapat menggunakannya dengan benar dan sebaik-baiknya maka tentunya akan menjadi sangat berbahaya dan merugikan diri sendiri dan orang lain. Karena kita memanfaatkan teknologi yang ada bukan teknologi yang memanfaatkan kita.
Dalam era globalisasi yang semakin maju ini jati diri bangsa Indonesia perlu dibina karena hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terlalu terbawa oleh pengaruh dari masuknya kebudayaan asing. Pada awalnya kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia adalah melalui penjajahan yang terjadi di Indonesia. Tidak hanya mengambil rempah-rempah dan menjajah pada umumnya, tetapi mereka juga menanamkan kebudayaan mereka.

Sekarang para kaum remaja di Indonesia sudah jarang sekali mempelajari kebudayaan-kebudayaan lokal dan anak-anak lebih suka bermain gadget dan play station. Sangat jarang saat ini kita melihat anak-anak bermain petak umpet, grobak sodor, egrang, kelereng, bermain layangan dan permainan tradisional lainnya mereka lebih suka menghabiskan waktunya hanya bermain game di gadget mereka masing-masing tanpa menghiraukan keadaan disekitar mereka. Hal ini juga yang akan membuat generasi muda di Indonesia bersikap cuek dan tidak peduli terhadap lingkungannya.
Untuk mengatasi pengaruh kebudayaan asing terhadap kebudayaan Indonesia, khususnya untuk membatasi generasi muda dari pengaruh-pengaruh negatif diperlukan peran dari semua pihak terutama pemerintah, tokoh-tokoh kebudayaan yang ada di masyarakat dan guru-guru yang ada di sekolah serta keterlibatan orang tua dirumah.

Nilai kebudayaan yang menjadi karakteristik bangsa Indonesia, seperti gotong royong, silahturahmi, ramah tamah dalam  masyarakat menjadi keistimewaan dasar yang dapat menjadikan generasi muda di Indonesia untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan bangsa sendiri.

Tapi karakteristik masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat yang ramah dan sopan santun kini mulai pudar sejak masuknya budaya asing ke Indonesia yang tidak bisa diseleksi dengan baik oleh masyarakat Indonesia khususnya generasi muda.

Peran pemerintah hendaknya dapat mengambil keputusan melalui penataan ulang mengenai sistem pendidikan dan pengaturan kurikulum yang mengedepankan nilai-nilai moral yang terdapat dalam Pancasila. Umumnya disetiap sekolah sudah menerapkan sistem pelajaran dengan mengakses suatu pembelajaran yang ada di internet tapi remaja sekarang malah menggunakan internet bukan untuk mengakses pembelajaran atau materi yang diberikan melainkan mereka menggunakan internet untuk game online saat pembelajaran berlangsung tanpa sepengetahuan guru pengajar.

Sebaiknya pemerintah dengan konsisten mampu terus menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk  dan kebudayaan dalam negeri. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya. Selektif terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Memperkuat dan mempertahankan jatidiri bangsa agar tidak luntur.

Tidak hanya peran pemerintah saja peran orang tua dan keluarga juga sangat penting karena orang tua menjadi figur utama dalam keluarga yang banyak bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anaknya dan anggota keluarga lainnya. Oleh karena itu, lingkungan keluarga sangat berkontribusi terhadap kualitas perilaku atau akhlak anggota keluarga dan anak-anaknya.

Peran orang tua sangat dibutuhkan, selain mengawasi anak-anaknya dengan siapa dia bergaul, tetapi sesekali orang tua harus turun langsung mengawasi perilaku anak-anaknya agar jangan sampai anak-anaknya bisa salah bergaul.

Pada masyarakat modern ini generasi muda sangatlah tergantung pada cara orang tua atau keluarga dan masyarakat yang berada disekitarnya. Melalui interaksi ini generasi muda akan mempelajari pola perilaku, sikap, keyakinan dan cita-cita dan tujuan hidup yang akan mereka jalani kedepannya.
Pengaruh dan perkembangan budayaan asing turut hadir dalam perkembangan budaya di Indonesia khususnya dalam aspek kehidupan bermasyarakat. Sebagai generasi muda hendaknya kita dapat berperilaku yang selektif dengan nilai-nilai agama yang kita anut dan adat kebiasaan. Kita juga harus memilah kebudayaan asing yang patut kita contoh dan yang tidak perlu kita contoh. Serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya. Terakhir, sebagai generasi muda yang akan membawa Indonesia menjadi lebih maju dan berkualitas kita jangan pernah lupa akan semangat nasionalisme yang tangguh, seperti mencintai kebudayaan dalam negeri karena kebudayaan itulah sebagai jati diri bangsa Indonesia sendiri.

*) Tulisan dari Anggi Novitasari (SMK Negeri Karangpucung) disampaikan dalam Lomba Orasi Kebangsaan, dalam rangka Bulan Pancasila, Jurusan Politik dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Semarang.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon