Sunday, October 29, 2017

Rangkuman Pembelajaran dan Evaluasi – Hakikat Bangsa dan Negara

Hakikat Bangsa dan Negara
Hakikat Bangsa dan Negara
Rangkuman Pembelajaran dan Evaluasi – Hakikat Bangsa dan Negara

Hakikat Bangsa dan Negara - Manusia sebagai makhluk Individu, merupakan satu kesatuan yang terdiri dari unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa). Setiap manusia dibekali kemampuan (potensi) akal, pikiran, perasaan dan keyakinan sehingga sanggup untuk berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya agar mampu bertahan hidup (survival). Aristoteles (384 -322 M), mengatakan bahwa manusia adalah Zoon Politicon yang artinya mahluk yang hidup berkelompok, selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya.

Makna dan Pengertian Bangsa
Bangsa adalah suatu komunitas etnik yang memiliki ciri-ciri : memiliki nama, wilayah tertentu, mitos leluhur bersama, kenangan bersama, satu atau beberapa budaya yang sama & solideritas tertentu. Dalam pengertian sosiologis, bangsa termasuk ”kelompok paguyuban” yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup bersama dan senasib sepenanggungan di dalam suatu negara.

Dalam pengertian politis, bangsa  merupakan sekelompok orang dalam suatu negara. Sedangkan masyarakat dalam arti sosiologis, merupakan sekelompok orang dalam suatu negara.

  • Hans Kohn (Jerman) bangsa adalah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah. Suatu bangsa mrp golongan yang beraneka ragam & tidak bisa dirumuskan secara eksak.
  • F. Ratzel (Jerman) bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dan tempat tinggalnya (paham geo-politik).
  • Ernes Renan (Perancis) bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki kehendak bersatu sehingga merasa dirinya adalah satu. 

Makna dan Pengertian Negara
Kata Negara berasal dari : state (Inggris), staat (Belanda dan Jerman), etat (Perancis), statum (Latin), yang berarti keadaan yang tegak dan tetap. Negara adalah organisasi yang di dalamnya ada rakyat, wilayah yang permanen, dan pemerintah yang berdaulat (baik ke dalam maupun ke luar). Dalam arti luas, negara merupakan kesatuan sosial (masyarakat) yang diatur secara konstitusional untuk mewujudkan kepentingan bersama.

Tinjauan Negara
  • Organisasi Kekuasaan : J.H.A. Logeman, negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang bertujuan mengatur dan menyeleng-garakan masyarakat dengan kekuasaan tersebut. Kranenburg, negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh sekelompok manusia yang disebut bangsa.
  • Organisasi Politik : Robert Mc. Iver, negara adalah suatu organisasi politik yang berbeda dengan organisasi lain, karena negara memiliki kedaulatan tertinggi dan keanggotaannya bersifat mengikat semua orang.
  • Organisasi Kesusilaan : G.W.F. Hegel, negara adalah suatu organisasi kesusilaan yang timbul dari sintesa antara kemerdekaan universal dengan kemerdekaan individual. 
  • Integralistik  : B. Spinoza, Adam Muller, dan Soepomo, negara mrp suatu integritas antara pemerintah dengan rakyat. Negara mengatasi seluruh golongan dalam masyarakat dan merupakan suatu kesatuan yang organis.

Sifat Hakikat Negara
  • Sifat Memaksa (negara memiliki mempunyai kekuatan fisik secara legal.
  • Sifat Monopoli (yaitu dalam menetap-kan tujuan bersama masyarakat.
  • Sifat Mencakup Semua (All-Embracing), yaitu semua peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah untuk semua orang tanpa kecuali.


Terjadinya Negara
Secara Teoritis :
  • Teori Ketuhanan (F. J. Stahl, Agustinus, Jean Bodin), bahwa negara terjadi atas kehendak Tuhan.
  • Teori Perjanjian (Thomas Hobbes, John Locke, J.J. Rouseau, Montesquieu), bahwa negara terbentuk atas perjanjian antar manusia atau masyarakat (du Contracts social).
  • Teori Kekuasaan (H.J. Laski, Leon Duguit, Karl Marx), bahwa negara dibentuk oleh kekuasaan yang memaksa, monopoli dan mencakup semua.

 Teori Kedaulatan :
  • Kedaulatan Negara (P. Laband, G. Jellinek), bahwa kekuasaan tertinggi ada pada negara dan negaralah  yang menciptakan hukum.
  • Kedaulatan Hukum (Krabbe), bahwa hkm memegang peranan penting dalam negara.
  • Teori Hukum Alam (Plato, Aristoteles, Agustinus, T. Aquinas), bahwa hukum alam berlaku abadi, universal,   tidak berubah, berlaku untuk suatu waktu dan tempat. Negara terjadi secara alamiah atas dasar manusia sbg mahluk sosial (Zoon Politicon and social being).
  • Teori Hukum Murni, bahwa negara merupakan suatu  kesatuan tata hukum yang bersifat memaksa/overmacht (wille das staates).
Unsur Terbentuknya Negara

Unsur Terbentuknya Negara
Unsur Terbentuknya Negara
Fungsi dan Tujuan NKRI

Berdirinya NKRI, memiliki fungsi yaitu, sebagai pengatur kehidupan dalam negara untuk menciptakan tujuan-tujuan negara. 
Fungsi-fungsi negara secara umum mencakup : 
  • Sebagai Stabilisator.
  • Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. 
  • Mengusahakan pertahanan untuk menangkal kemung-kinan serangan dari luar.
  • Menegakkan keadilan.
Tujuan negara, ditujukan untuk mengarahkan segala kegiatan dan sekaligus menjadi pedoman dlm penyusunan & pengendalian alat kelengkapan negara serta kehidupan rakyatnya. Fungsi dan sekaligus tujuan NKRI yaitu mencakup : 
  • Melindungi Segenap Bangsa Indonesia dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia,
  • Memajukan Kesejahteraan Umum,
  • Mencerdaskan Kehidupan Bangsa,
  • Ikut Melaksanakan Ketertiban Dunia yang Berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi, dan Keadilan Sosial.

Semangat Nasionalisme dan Kebangsaan
Nasionalisme adalah faham kebangsaan yang tumbuh karena; 
  • Adanya persamaan nasib dan sejarah serta kepentingan untuk hidup bersama, 
  • Sebagai suatu bangsa yg merdeka, bersatu, berdaulat, demokratis, dan maju di dalam suatu kesatuan bangsa dan negara, serta 
  • Cita-cita bersama guna mencapai, memelihara, dan mengabdikan identitas, persatuan, kemakmuran, dan kekuatan atau kekuasaan negara bangsa yang bersangkutan.
Dalam arti sempit, yaitu perasaan kebangsaan atau cinta terhadap bangsanya yang tinggi atau berlebih-lebihan, sehingga memandang bangsa lain lebih rendah (Chauvinisme). Sedangkan, dalam arti luas, yaitu perasaan cinta atau bangga terhadap tanah air & bangsanya sendiri dgn tetap menghormati bangsa lain karena merasa sebagai bagian dari bangsa lain di dunia.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon