Monday, August 21, 2017

Belajar Sukses dari Founder Zara



Untuk menjadi sukses seseorang bisa belajar dengan siapapun, termasuk belajar dari inspirasi yang dilakukan oleh Amancia Ortega. Jika anda seorang penggemar fashion, pasti telinga anda sudah tidak asing lagi dengan merk fashion terkenal 'Zara'. Merk fashion yang satu ini sangat terkenal di dunia internasional. Namun siapa sangka pemilik atau pendiri Zara yang terkenal merupakan seseorang yang sederhana dan putus sekolah sejak usia 13 tahun tetapi memiliki kekayaan sebesar US$ 57 miliar dan berhasil menduduki posisi sebagai orang terkaya nomor tiga di dunia. Artikel kali ini akan membahas mengenai biografi atau profil Amancio Ortega seorang pendiri sekaligus pemilik dari Ritel dan aksesoris terkenal bermerk Zara yang sangat terkenal di dunia fashion internasional. Amancio Ortega terlahir pada tanggal 28 maret 1936 di Spanyol dari keluarga yang miskin.

Sejak kecil ia bahkan tidak mendapatkan pendidikan formal dikarenakan kondisi perekonomian keluarganya yang amat memprihatinkan sebab itu di usianya yang 13 tahun ia memutuskan untuk berhenti sekolah dan membantu kedua orang tuanya bekerja. Ayah ortega merupakan pekerja biasa di rel kereta api, sementara ibunya hanyalah seorang pembantu rumah tangga.

Ortega terkenal sangat melindungi kehidupan pribadinya dari sorotan media dan publik. Perusahaannya juga hanya memberikan sedikit informasi tentang dirinya. Selama berpuluh-puluh tahun malang melintang di dunia bisnis, Ortega hanya memiliki satu foto saja untuk media. Foto tersebut pertama kali muncul dalam laporan keuangan tahunan perusahaannya pada 1999. Namun setelah itu paparazzi berhasil mendapatkan beberapa fotonya.

Tak cukup sampai di situ, seumur hidupnya cuma tiga wartawan yang diperbolehkan mewawancarainya. Ortega juga jarang datang ke acara-acara kantor. Bahkan Ortega tak menemui Pangeran Spanyol Felipe yang mengunjungi Inditex, perusahaan pakaian multinasional di mana dia memiliki 60% sahamnya. Sang tamu kerajaan justru hanya disambut oleh salah satu wakil Ortega.

Pada Desember 2012, media Spanyol mengabarkan Ortega membayar US$ 500 ribu untuk mencegah paparazzi mempublikasikan foto anaknya, Marta yang tengah berbulan madu bersama suaminya. Tak heran banyak orang tak mengenal profilnya, Ortega memang miliarder misterius. Meski kekayaannya datang dari bisnis pakaian, tapi Ortega selalu berpakaian sangat sederhana.

Dia selalu mengenakan blazer biru, kemeja putih dan celana abu-abu. Uniknya, semua pakaiannya tersebut bukan produk Zara. Dia juga tak pernah pakai dasi selain pada pernikahan pertamanya. Tak hanya itu, sebagai bos yang paham betul arti kemiskinan, dia selalu pergi ke kedai kopi yang sama setiap hari. Dia bahkan selalu makan siang bersama karyawannya di kafetaria kantor.

Untuk itu, ada beberapa pelajaran bisa kamu petik darinya seperti dikutip harian The Independent dalam Kompas (24/06).

1. Tak punya ruangan, meja dan komputer pribadi

Menurut beberapa rekan bisnisnya, Amancia lebih memilih bekerja bersama rekan-rekannya di ruang desain Zara Woman.

2. Sosok kuat dan mendalam

Jose Maria Castellano yang merupakan rekan bisnis Amancia lebih dari 31 tahun menyebutnya sebagai sosok kuat dan mendalam. Amancia adalah orang yang suka berdiskusi secara pribadi dan rinci dengan kelompok-kelompok kecil.

3. Komunikasi langsung

Komunikasi menggunakan email tentu sudah jamak. Meski begitu, Amancia tetap mempertahankan gaya komunikasi konvensional. Dia lebih suka berbicara langsung pada orang yang ingin ia ajak bicara.

4. Membagi tugas

Meski dia adalah orang nomor satu di Zara, ia tak sungkan berbagi tugas pada bawahannya.

5. Selalu menjadi pendengar

Amancio adalah orang yang rajin mendengarkan. Dia lebih suka mendengar daripada bicara. Dia menghindari bicara di depan umum dan membiarkan anak buahnya berbicara kepada publik.

6. Memilih gerai di dekat pabrik

Menjaga bisnis tetap dekat rumah juga merupakan salah satu kunci sukses Amancia. Karenanya, 55% pabrik Zara dan sebagian besar gerai ada di Spanyol, Portugal dan Maroko meski produksinya banyak dilakukan secara outsourcing di Asia

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon